Total Tayangan Halaman

Selasa, 10 Januari 2017

Hari yang sangat berkesan {{}}

Terimakasih untuk Allah SWT yang sudah memberikan kesempatan untuk merasakan kehidupan ini. Terimakasih untuk orang tua,kakak,saudara,teman-teman baik,guru,dan juga seseorang yang selalu menguatkan.Terimakasih untuk kalian semua yang sudah ingat.Terimakasih untuk ucapan dan doanya. Aku sangat menghargainya.Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. Terimakasih juga untuk kejutan dan semua kebahagiaannya. Hari ini sangat berkesan dan tak mungkin dilupakan. Kalian semua paling terbaik dari semua yang terbaik.
Tepat pada hari ini usiaku menginjak 18 tahun,dan sekarang aku sudah bukan lagi remaja awal yang biasanya merepotkan keluarga. Sekarang aku akan menginjak usia remaja lanjutan dan 1 tahun kedepannya akan menjadi dewasa awal. Bukan lagi usia yang harus di sia-siakan bukan? Sekarang aku harus mempertimbangkan kehidupan untuk kedepannya. Apa yang harus aku lakukan?Mimpi apa yang harus aku gapai?Akan menjadi seperti apakah aku kedepannya?Kemanakah aku akan melangkahkan kakiku setelah lulus SMA nanti.Banyak hal yang harus aku renungkan sendiri.Dan itu saja mungkin tidak akan cukup. Meskipun terkadang seringkali keraguan menghampiriku. Banyak hal yang aku takutkan dalam hidup ini. Aku benar-benar takut jika aku tak mampu menggapai impianku Aku juga ragu apakah nantinya aku mampu menjadi apa yang aku impikan. Tapi di satu titik aku seringkali tersadar bahwa keraguan itu yang akan menghambat semua impianku. Iya memang seharusnya aku mampu melenyapkan keraguan-keraguan yang sebenarnya aku ciptakan sendiri dalam hatiku. Aku harus menyingkirkan semua keraguan itu.. Karena aku percaya tak akan ada usaha yang sia-sia selama kita mau berusaha dan aku percaya Allah akan memudahkan jalanku untuk meraih semuanya .. Mulai sekarang aku akan berusaha untuk menggapai mimpiku.Aku ingin lebih dewasa dari sebelumnya. Dan sejujurnya banyak hal yang aku ingini di usiaku yang sudah tak lagi muda (menurutku) , namun aku tak ingin mennyebutkannya satu persatu. Biarlah hanya Allah dan aku yang tahu. Aku selalu berharap semoga kebahagiaan akan selalu menyertaiku dan semoga Allah selalu melindungiku.. 

Rabu, 21 Desember 2016

Untukmu, Ibu

Terimakasih sudah mendidikku untuk menjadi seperti saat ini, Terimakasih untuk semua nasihat yang selalu ibu berikan untukku, Terimakasih untuk semua doa-doa yang tak pernah engkau ucap dengan lelah di setiap percakapanmu dengan Tuhan, Terimakasih selalu ada di saat aku benar-benar membutuhkanmu, Terimakasih selalu menjagaku, Terimakasih selalu melindungiku,dan Terimakasih untuk segalanya, untuk semua pengorbananmu. Dan maaf atas perlakuanku yang sering membuatmu terluka, maaf untuk air mata yang sering keluar dari matamu, Bu,aku mohon teruslah doakan anak gadismu ini supaya kelak aku bisa membuatmu tersenyum bangga, semoga aku bisa membalas pengorbananmun meskipun aku tahu sampai kapanpun jasamu tak bisa aku balas, tetap menjadi ibu yang tersegalanya dan jangan pernah bosan untuk terus mengomeliku :* Aku mencintaimu bu,

-SelamatHariIbuUntukSeluruhIbuYangSudahBerjasaMelahirkanPutraPutrimu :*

Sabtu, 12 November 2016

Untukmu,pria yang sangat kubenci sejak 1 smp,namun begitu kukagumi saat 3 smp

Hei?Sudah lama yah kita tidak bertemu?Dua tahunkah?Bagaimana wujudmu saat ini?Masihkan kamu selalu duduk di dekat jendela saat istirahat tiba?Masihkan kamu menjadi sosok yang sangat jail?Masihkah kamu selalu memperhatikan penampilanmu?Masihkan kamu menyukai semua hal yang berhubungan dengan dunia olahraga?Masihkan kamu mengagumi pemain sepak bola”real madrin”?Atau apakah semuanya sudah berbeda?

Untukmu,si unik dengan karang kecil di bawah hidung.

Aku bertanya-tanya,bagaimana sinar matamu saat ini?Masihkah sejuk dan beningnya seperti dulu?Seperti saat kamu membagi makananmu denganku.Apakah kamu ingat cerita dua tahun yang lalu?Saat teman-teman yang lain memilih untuk istirahat di luar,namun berbeda dengan kita.Saat itu aku sedang sakit dan lebih memilih untuk berada di kelas,namun tiba-tiba saja kamu datang kemejaku dan menawari makananmu kepadaku.Sambil mengunyah makanan yang kamu bawa,kamu bercerita banyak padaku.Saat itu kamu yang berkeinginan untuk menjadi pemain sepak bola di timnas garuda indonesia,sementara aku yang berkeinginan untuk menjadi penulis.Mengingat kenangan memanglah indah,kenangan itu mampu membuat orang lain tersenyum walaupun masa itu memang tak akan pernah kembali.

Untukmu yang melanjutkan pedidikan di tempat yang berbeda.

Memang tak bisa dipungkiri,dulu saat pertama kali kita bertemu aku sangat membencimu.Aku benci ketika kamu selalu menjailiku setiap di sekolah.Hei! Kamu membuatku stres.Sampai duduk di bangku kelas 3 semester 1 pun,kita masih saja sekelas.Astaga Tuhan,siksaan apalagi ini? Tapi entah mengapa,ada saat dimana kita tidak lagi seperti musuh,ada titik dimana kita menjadi dekat,dan aku tidak pernah tahu mengapa rasa benci itu berubah secara tiba-tiba.Entah mengapa rasa benci itu berevolusi menjadi rasa kagum dalam usia remaja.

Saat aku membaca puisi di depan kelas,aku tahu kamu sering menatapku diam-diam.Saat aku menangis di kelas karena handponeku diambil guru kamu yang mencoba untuk menghibur dan membuat aku tersenyum,saat berada di perpustakaan kamu menarik tanganku dan saat kita berada di ruangan atas kamu berbicara perihal cinta.Hei! Saat itu kita masih duduk di bangku SMP!Kenapa kamu ajarkan perasaan aneh itu padaku?Mungkin dulu aku yang begitu lugu sehingga tidak bisa mengartikan semuanya dengan jelas.

Untukmu,yang mungkin tidak akan pernah membaca tulisan ini.

Sedang apa kamu saat ini?Apakah kamu masih ingat sososkku dan bentuk wajahku?Apakah kamu masih ingat banyak hal yang terjadi saat kita berada di SMP?Ah..Aku yakin mungkin saja kamu lupa..Aku masih ingat perpisahan kita kala itu,saat pengumuman kelulusan,kamu mengucapkan selamat karena aku diterima di SMA yang sudah aku idam-idamkan dari dulu.”Baik-baik ya Eva”
“Iya,kamu juga ya”Jawabku singkat,dengan lengkungan senyum getir di bibir.

Tanpa pengungkapan kita berpisah,karena sekarang kita memang sudah berbeda arah.



Dari seorang perempuan yang tak pernah lupa tanggal ulang tahunmu,dan terkadang masih saja sering merindukanmu.

Untuk si hitam tapi memiliki senyum yang begitu menawan :')


Biarkan aku bercerita sebentar,entah dari mana aku harus memulainya. Kita memang belum pernah saling mengenal,aku belum tahu bagaimana kehidupanmu dan begitupun dengan kamu yang mungkin belum mengenaliku. Tapi entahlah,setiap kali kita berpapasan rasanya ada sesuatu yang aneh dalam diriku.Entah perasaan apa ini?Aku sendiri bingung untuk mengartikannya.Perasaan itu tiba-tiba saja muncul tanpa aku sadari.Rasanya ada getaran yang aneh saat aku melihat matamu.Saat masalah datang membelengguku,anehnya hanya dengan melihatmu tersenyum rasanya semua masalah itu hilang dengan sendirinya.Aku ingat saat itu aku pernah bertanya kepadamu, perihal kenapa kamu bisa ikut ekstrakulikuler ini dan apa sebabnya.?Mungkin saat itulah untuk pertama sekaligus terakhir kalinya aku dapat berbicara denganmu. Mungkin aku hanya sekedar mengagumimu dan aku harap seperti itu,perasaan ini tidak akan pernah berubah menjadi sesuatu yang sama sekali tidak aku harapkan. Tak masalah jika hanya aku yang merasakannya,dan biarlah perasaan ini akan tetap bertahan sampai dia lelah dengan sendirinya.Karena aku tak pernah menginginkan lebih.Sebab jika aku menginginkannya,mungkin itu tidak akan pernah terjadi.Dan jika itu terjadi mungkin hanya sekedar khayalanku semata.Aku cukup melihatmu dari kejauhan,melihatmu tersenyum,dan melihatmu bahagia sejujurnya itu sudah lebih dari cukup bagiku.Aku selalu mengagumimu meski dalam diamku dan aku tidak berharap kamu mengetahui perasaanku yang sebenarnya,karena aku yakin itu akan jauh lebih baik. :)

Rabu, 09 November 2016

Pergilah :') !

Seharusnya aku menekankan pada hatiku bahwa kamu hanyalah seseorang yang pernah singgah dan tidak pernah kembali.. Aku heran,kenapa kamu selalu hadir di saat aku benar-benar ingin melupakanmu? Untuk apa kamu harus kembali mengingatku? Untuk apa kamu menyapaku. ?Kamu tahu semakin sering kamu melakukan itu maka akan membuat aku semakin sulit untuk melupakanmu.Bisakah kamu merasakan bagaimana rasanya jadi aku?Atau maukah kamu bertukar perasaan denganku?Setidaknya sampai kamu tahu bahwa untuk menjadi aku benar-benar sulit..Aku selalu berusaha untuk menghapuskan semua kenangan tentangmu,aku yang setiap hari berusaha untuk melupakanmu,aku selalu berusaha melupakanmu semampuku ..dan aku akan mencoba untuk memulainya dari awal..Mulai sekarang aku benar" ingin melupakanmu.Aku tak ingin dihantui perasaan yang seperti sekarang ini.Perasaan yang sangat menyiksaku.Aku mohon pergilah jauh" dan jangan pernah kembali.. Itu akan lebih baik bagiku,dari pada kamu yang datang lalu kembali pergi,kamu tahu?kamu hanya membuatku mengenang akan luka itu.. Aku benci keadaan itu.Dan aku harap kamu bisa mengerti.

Kamis, 27 Oktober 2016

Tentang aku dan mereka

Ini cerita tentang kita. Kita yang sedari dulu bersama. Aku, dan mereka seperti sebuah air yang tergenang dalam satu tempat hingga menjadi sebuah kesatuan yang mungkin mengalirpun akan selalu bersama. Mereka bahkan lebih dari seorang sahabat. Karena mereka sudah seperti saudara untuk berbagi rasa, cinta, dan cita. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk bertemu dengan mereka dan menyatu dengan mereka,namun kini kita akan selalu bersama, Semoga waktu tidak menjadi ukuran untuk kebersamaan kita.

Aku suka menyebut kami dengan kita. Karena kita berusaha untuk tidak membatasi. Kita berusaha untuk terbuka dengan siapapun yang ingin menjadi bagian dari kita. Walaupun kadang kita terlihat sok eksklusif, namun kita bersahabat dengan siapapun. Banyak cerita yang sudah kita lewati bersama. Mulai dari hal sepele hingga hal yang rumitpun mungkin sudah kita lalui. Terimakasih Tuhan itu yang mungkin menguatkan kita menjadi satu. 

Aku jauh dari kata sempurna. Namun ketika bersama dengan mereka aku bahkan seperti manusia yang utuh. Utuh memiliki rasa, utuh berbagi rasa, dan untuk menjalani kehidupan ini. Canda, tawa, tangis dan haru pernah menjadi bagian dari kita. Karena itu rasa yang mengiringi perjalanan kita sampai detik ini. Dari mereka aku belajar apa itu arti mengalah. Dari mereka aku mengerti apa itu arti berbagi, dan dengan mereka kita berproses bersama menjadi sosok dewasa saat ini. Walaupun perjalanan kita mungkin masih amat jauh, namun dengan mereka perjalanan ini tidak akan terasa berat. Karena selalu ada mereka yang selalu mengulurkan tangan ketika salah satu dari kita terjatuh. 


Masa-masa SMA yang kata orang masa-masa terindah memang begitu adanya ketika bersama dengan mereka. Hal terkonyol sekalipun mungkin pernah kita lalui bersama. Dimarahin guru, dipuji guru, disindiri teman, disanjung teman, apapun itu pernah menjadi cerita bagi kita. Selalu ada kerinduan ketika saat ini kita menjalani kehidupan kita masing-masing. Hidup itu harus berjalan. Seperti kita yang selalu bergandengan tangan berjalan seiring untuk menjemput impian kita masing-masing.

Pernah aku ragu akan jalan hidupku, namun adanya mereka membuatku mengerti kalau semua harus tetap berlanjut. Bukan tentang tujuan akhirnya namun bagaimana proses untuk mencapai apa yang kita inginkan. Semua itu butuh proses. Semoga nanti dipenghujung waktu kita, kita akan tetap tersenyum satu sama lain dan saling menggenggam tangan untuk saling memberikan senyuman.

Mereka sudah menjadi bagian dari hidupku. Pasti hidup ini tidak akan terasa selengkap ini tanpa mereka. Mereka yang selalu ada ketika aku terjatuh, dan siap membawaku kembali ketempat dimana aku bisa bertahan. Jatuh bangun sudha menjadi hal biasa untuk kita, karena itu memang dinamika yang harus dijalani. Tidak ada jalan cerita yang mulus semulus sutra, karena semua itu butuh perjuangan. Semoga sampai nanti kita akan tetap menjadi kita.

Selasa, 18 Oktober 2016

Rindu mereka

Add caption




Akan ada saatnya kita merindukan teman-teman yang dulu begitu dekat.Kini semakin jauh oleh kesibukan masing-masing. Ingin sekali menghabiskan waktu seharian bersama. Berbincang hal-hal konyol, membagi kesenangan. Namun sadar, semua terasa begitu mahal.😒 Akhirnya, kita hanya tersenyum mengingat segala hal yang pernah terjadi πŸ˜‚.Hal-hal yang dulu begitu kita senangi.:)
   
r




Beranda

Masa yang Sudah Habis

Dia bukan tidak bisa menghubungimu, tapi tidak ingin saja. Sebab orang yang tidak mau kehilanganmu, tidak akan mendiamkanmu selama ini. Dia ...

Postingan Populer