Aku gak butuh kata-kata manis. Aku gak minta kamu jadi sempurna. Aku cuma ingin satu hal yaitu hadir.
Saat aku sedih, aku cuma ingin kamu bilang, "Aku ada di sini."
Bukan menghilang, bukan diam.
Karena diam kamu itu menyakitkan, lebih dari kata-kata marah atau omongan kasar.
Karena saat kamu hilang, aku jadi bertanya-tanya:
“Apa perasaanku gak penting?"
Aku tahu kamu punya cara sendiri buat menghadapi emosi, yaitu diam.
Tapi caramu itu bikin aku merasa sendiri, padahal kita ini harusnya berdua.
Aku gak butuh permintaan maaf yang panjang.
Aku cuma ingin kamu mau menenangkan bukan menunda.
Menanggapi bukan menjauh. Meredakan bukan mengabaikan.
Karena aku bukan musuhmu. Aku hanya sedang berjuang menjaga hubungan ini tetap utuh.
Dan kalau aku sering menangis, itu bukan karena aku cengeng.
Tapi karena aku terlalu mencintai kamu sampai luka pun aku peluk sendiri. Aku menangis di depanmu karena aku percaya padamu. Karena aku pikir kamu adalah tempat paling aman untuk jatuh dan dipeluk, bukan dibiarkan tergeletak sendirian.
Aku sayang kamu. Tapi aku juga mulai sadar,
aku gak bisa terus jadi satu-satunya yang merasa disini.
Kalau kamu baca ini suatu hari nanti, dan kamu masih peduli,
berubahlah. Bukan demi aku, tapi demi cinta yang pernah kita jaga bersama.
Yang hanya ingin dipeluk, bukan ditinggal saat luka.
— dari aku wanita cengeng yang mulai lelah, tapi masih begitu cinta


