Waktu? Andai aku bisa memanggilmu. Dimanakah engkau berada? Aku ingin bertanya padamu. Kapankah waktu yang tepat itu? Kapan kita bisa bertemu kembali? Kapan canda tawa itu akan terulang lagi?Apakah akan ada waktu yang tepat itu? Berapa lama lagi aku harus menunggu? Terlalu banyak rasa rindu yang tak bisa aku luapkan. Aku rindu. Dan aku benar-benar rindu. Tolonglah, ijinkan aku bertemu dengannya. Tak perlu lama. Cukup bertemu,bertegur sapa dan saling menanyakan kabar masing-masing. Aku ingin merasakan genggaman tangannya kembali. Aku ingin mendengar kabarnya tak hanya lewat sebuah layar. 😔
Terkadang apa yang dituliskan mempunyai makna tersendiri ketika mulut tak mampu untuk mengucapkan dan hanyalah sebagian orang tertentu yang dapat mengerti apa yang kamu tuliskan.
Total Tayangan Halaman
Jumat, 06 Oktober 2017
Kamis, 21 September 2017
Teruntuk masa kecilku π
Dear masa kecil, aku sangat merindukanmu. Kamu adalah bagian hidup yang paling indah bagiku. Bagian dari apa yang kurindukan di saat sekarang dan selamanya. Kamu adalah waktu dimana aku hanya perlu berlari dan tidak pernah takut jatuh. Waktu dimana aku akan bernyanyi sekuat mungkin,🎤 melepaskan segala suara di hati ke alam, tidak perduli nadanya sumbang atau bukan. 😂Kamu adalah masa kecil yang indah. Tak perlu baju bagus, atau makanan enak. Yang kubutuhkan hanya hujan untuk basah, 💧lalu matahari untuk kembali kering. 🌞Yang kubutuhkan hanya angin untuk menebarkan suara hati kita. Kamu adalah waktu dimana logika tak perlu diandalkan. Jujur, aku tidak mengingat semua detil bagian darimu. Yang kutahu, di masamu, imajinasiku sulit untuk kubendung.Semua yang kulihat di layar televisi akan bermain dalam imajinasiku. Dunia hanya milikku sendiri.Jika mengingat itu aku hanya akan tertawa, setidaknya dalam hati. Kamu memang sangat kurindukan saat ini. Kamu adalah masa dimana aku tak pernah malu meneteskan air mata, jika ada sesuatu yang terasa luka dan menyayat hatiku. Aku tidak perlu berpura-pura tegar dan tangguh sementara hati terasa tersayat-sayat dan pilu. Kamu adalah masa dimana jeritan tangis kuanggap sebagai senjata untuk mendapatkan perhatian dan pertolongan. Bersamamu bahagia itu sederhana sekali. Saat ibu mengajarkanku bagaimana caranya mengikat tali sepatu yang benar. Saat bermain dengan teman sampai lupa waktu. Saat berlari mengejar layangan putus. Atau saat berlari-lari di tengah derasnya hujan. Hal-hal kecil seperti itu sudah cukup membuatku untuk mensyukuri kehidupan.😊
Sabtu, 22 Juli 2017
Rindu serindu-rindunya π³
Hai Refa? 😊Bagaimana kabarmu?Apakah kamu baik-baik saja. Semoga saja kamu selalu baik-baik saja di Jakarta. 🙏 Sudah lama kita tidak bertemu,😟terakhir kali kita saling bertatap muka pada tanggal 10 Juni 2015. Meskipun tak jarang sekarang kita saling bertukar kabar, tapi aku rindu bertemu denganmu. Aku rindu saat-saat kebersamaan kita 2 tahun yang lalu. Saat kita selalu bersama, saling bertukar pikiran, saling menasehati,dan saling mendukung satu sama lainnya. Aku benar-benar rindu saat genggaman tanganmu menguatkanku👭,
Saat aku memakan snack ini aku jadi teringat padamu. Apakah kamu masih ingat? Dulu saat sedang pengayaan SMP kamu selalu membeli snack ini. Awalnya aku tak suka, tapi setelah kamu menawarinya akupun membeli snack ini. Sejak itu aku sangat suka snack Domino. Setiap istirahat tiba kita selalu pergi ke warung di dekat jalan raya hanya untuk membeli snack tersebut Dan kita sangat bahagia saat ada hadiah berupa jepit rambut atau semacamnya 😁😂 .
Aku kembali teringat saat MPLS pertamaku di SMA, aku bercerita padamu. Bahwa aku sama sekali tak memiliki teman untuk sekedar bertegur sapa.😔 Aku merasa kesepian dan sendiri. Aku merasa terasingkan dari ratusan orang yang mengikuti MPLS. 😟Tapi saat itu kamu memberikan aku keyakinan.😍 Bahwa aku mampu melewati semua ini. Kamu juga mendoakanku supaya aku mendapatkan banyak teman baik di SMA nanti. Dan akhirnya semuanya terkabul. Sekarang aku memiliki banyak teman yang sama baiknya sepertimu. Tenanglah, meskipun aku sudah memiliki teman baru aku tak mungkin melupakanmu. Kamu tetaplah sahabat yang tersegalanya bagiku. Kamu sudah seperti saudaraku sendiri.😘
Refa 🙋 Terimakasih untuk segalanya 😗 Banyak hal yang sudah kita lewati bersama, suka maupun duka kamu selalu ada untukku.😚 Semuanya akan menjadi kenangan terindah yang selalu aku kenang. Perjalanan kita memang tidak begitu panjang, tapi mengenalmu adalah sesuatu hal yang sangat beruntung dalam hidupku. 😊Semoga suatu hari nanti waktu akan dengan sengaja mempertemukan kita.🙏 Semoga kita berdua dapat menjadi orang yang berhasil dalam bidang apapun itu. 🙏🙇Semoga kehidupan kita akan sama-sama bahagia seperti langit biru yang selalu menampakan keindahannya setiap waktu.
Refa, sampai bertemu di lain waktu 👋 Aku benar-benar menantikan akan hal itu 👭 Semoga kamu juga merasakan hal yang sama sepertiku 🙆 Sehat selalu Refa. Semoga Allah selalu melindungimu dimanapun kamu berada😊
Minggu, 04 September 2016
Meski kamu pernah menyakiti,tetap saja kenanganmu masih saja terus menyapa
Semestinya rindu itu sudah tidak hadir lagi.Semestinya rasa itu sudah lama mati, tepat setelah kamu melangkah pergi.Bicara hati, siapa yang bisa mengatur apa yang ia sukai, bukankah dia selalu berjalan semaunya sendiri?Menghabiskan waktu bergelung seperti ini, melewati senja hari, bahkan terkadang sampai pagi, seperti manusia yang kehilangan diri sendiri. Kamu, adalah alasan di balik setiap waktu yang kurasakan menjadi sangat sepi. Sebenarnya aku pernah melewati yang lebih buruk dari ini,terbangun jam 2 pagi, merasa dunia ini kosong sekali, memeluk diri sendiri dan menyeka air mata di pipi. Ditinggalkan oleh dia yang berjanji tidak akan pernah pergi, mencintai dia yang mematahkan hati berkali-kali, atau terus setia untuk dia yang terlalu sering menyakiti. Siapa peduli, nyatanya tetap saja aku merindukan dia yang dulu memberi rasa hangat di hati, dia yang hingga hari ini namanya masih menghadirkan debar namun berujung nyeri. Dia, adalah kamu, yang masih memenangkan rindu ini.Aku tidak pernah membayangkan ini sebelumnya, jika akhirnya kamu akan melupakan semua yang pernah kita punya. Aku masih menyimpan semua rencana yang bulan ini akan kita eksekusi realisasinya. Aku masih mengira di ulang tahunmu dan ulang tahunku kali ini kita akan meniup lilin berdua. Aku masih menyimpan kejutan-kejutan yang akan kubagi untuk merayakannya. Tidak pernah terlintas sama sekali dalam pikiranku bahwa kamu akan melewati pergantian tahun ini bersama dia. Aku benar-benar mengira kita masih bisa bersama dan bersuka cita.Lalu sekali lagi, rindu ini hanya milikku saja. Waktu jelas menjadi sangat berbeda, dulu aku bisa menyampaikan rasa ingin bertemu dengan mudahnya, atau menumpahkan semua rasa cinta dan keinginan untuk merajuk manja. Tapi kini, jangankan untuk mengungkapkan gemuruh yang menyeruak di dada, sekedar menyapamupun aku sudah tidak tahu bagaimana caranya. Bukan hanya sekali, aku rela menukar semua yang ku punya asal kita bisa kembali bersama. Namun ternyata keinginan itu hanya membuat luka semakin lebar menganga. Bukankah kini hanya aku saja yang masih cinta?Berkali-kali kuyakinkan diri sendiri bahwa aku sudah baik-baik saja, hidup masih bisa berlanjut meski kini tidak ada lagi kita. Aku bahkan mengatakan turut berbahagia untuk kamu dan dia. Tapi ternyata setelahnya masih ada banyak malam yang ku lalui dengan air mata, menahan nyeri di dada, sambil berharap siapa tahu sakit ini akan membaik keesokan harinya. Rupanya kamu meninggalkan jejak yang terlalu lekat di dalam sana.Memiliki rindu seperti ini sebenarnya membuatku merasa payah sekali, belum lagi lebam di hati yang perihnya sering menjadi-jadi. Entah mengapa kenangan tentangmu masih tersimpan rapi meski berkali-kali kuusir pergi. Aku sudah berusaha membuka diri untuk dia yang lain lagi, berharap ruang yang dulu kau tempati akan segera terisi. Tapi tidak, nyatanya aku masih menutup rapat bilik itu untukmu sendiri, ku sisakan tempat jika satu hari nanti kamu ingat untuk kembali. Aku masih di sini, yang entah bagaimanapun kamu menyakiti tetap masih berharap kamu pulang, sekali lagi akupun tidak paham cinta macam apa yang kupunya. Setelah pedih yang tak terkira tetap saja kamu masih menjadi satu-satunya. Sudah banyak cara kulakukan untuk membiasa tanpa kamu, tanpa ada lagi kita, tapi rindu ini masih saja rajin menyapa. Lalu, aku harus menyalahkan siapa? Aku bahkan berharap kali ini Tuhan sedang bercanda, kita hanya sedang dipisahkan sementara, atau cintamu sedang dijeda, agar suatu hari nanti kamu kembali tanpa ingin pergi lagi kemana-mana.Aku masih ingin berkata,jika sudah habis bahagiamu dengannya, kembalilah, lalu kita perbaiki semuanya.Sungguh, aku berharap bisa menyudahi semua ini. Berapa banyak waktu lagi yang harus aku lewati untuk tidak lagi merindukan kamu yang sudah pergi?Entahlah mungkinlah hanya waktu yang akan menjawab semu pertanyaan yang berkecamuk di dalan hati. Aku selalu berharap semoga semuanya akan segera membaik.
Beranda
Masa yang Sudah Habis
Dia bukan tidak bisa menghubungimu, tapi tidak ingin saja. Sebab orang yang tidak mau kehilanganmu, tidak akan mendiamkanmu selama ini. Dia ...
Postingan Populer
-
Jika dalam suatu hubungan lebih banyak kesakitan dan kesedihan dibandingkan dengan kebahagiaan yang kamu rasa,maka tak salah kalau kamu le...
-
Hai,apa kabar? Masih marahkah kamu karena masalah yang kemarin? Aku ingin menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi antara k...
-
Terkadang aku bertanya-tanya kenapa kamu masih ada disini. Apa yang aku miliki sampai kamu rela bertahan hingga sekarang?K arena sungg...
-
Orang yang dulu perhatian,sangat perhatian malah,namun sekarang berubah derastis,seperti terlihat cuek dan mulai bosan.Kalian pasti bisa me...
-
Saat awal masuk kelas 3, tepatnya pada bulan Juni, saya dan teman-teman diberi tugas oleh Ibu Susan untuk membawa satu jenis tamanan ke seko...