Kenangan memang tak bisa dilupakan begitu saja, ia selalu ada meskipun kita berniat untuk menghapusnya . Mungkin kalian bertanya" bagaimana caranya agar bisa menghapuskan kenangan itu?? Padahal jawabannya hanya ada pada hati kalian sendiri. Apakah kalian benar" berniat untuk pergi dari kenangan itu ataupun hanya sebatas ucapan biasa tanpa diyakini dengan sebuah kesungguhan. Memang sulit jika seperti itu . Ucapan tanpa sebuah kesungguhan hanyalah bagaikan angin yang berlalu begitu saja . Tak bisa membantu sama sekali. Jika memang seperti itu maka biarlah kenangan itu ada sampai ia pergi dengan sendirinya,meskipun kamu tak tahu sampai kapan waktunya . 😩😞
Terkadang apa yang dituliskan mempunyai makna tersendiri ketika mulut tak mampu untuk mengucapkan dan hanyalah sebagian orang tertentu yang dapat mengerti apa yang kamu tuliskan.
Total Tayangan Halaman
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Juli 2017
Melepaskan yang hampir tergenggam memang sulit,namun relakan meskipun perlahan asalkan ikhlas ๐
Sabtu, 12 November 2016
Untukmu,pria yang sangat kubenci sejak 1 smp,namun begitu kukagumi saat 3 smp
Hei?Sudah lama yah kita tidak bertemu?Dua tahunkah?Bagaimana wujudmu saat ini?Masihkan kamu selalu duduk di dekat jendela saat istirahat tiba?Masihkan kamu menjadi sosok yang sangat jail?Masihkah kamu selalu memperhatikan penampilanmu?Masihkan kamu menyukai semua hal yang berhubungan dengan dunia olahraga?Masihkan kamu mengagumi pemain sepak bola”real madrin”?Atau apakah semuanya sudah berbeda?
Untukmu,si unik dengan karang kecil di bawah hidung.
Aku bertanya-tanya,bagaimana sinar matamu saat ini?Masihkah sejuk dan beningnya seperti dulu?Seperti saat kamu membagi makananmu denganku.Apakah kamu ingat cerita dua tahun yang lalu?Saat teman-teman yang lain memilih untuk istirahat di luar,namun berbeda dengan kita.Saat itu aku sedang sakit dan lebih memilih untuk berada di kelas,namun tiba-tiba saja kamu datang kemejaku dan menawari makananmu kepadaku.Sambil mengunyah makanan yang kamu bawa,kamu bercerita banyak padaku.Saat itu kamu yang berkeinginan untuk menjadi pemain sepak bola di timnas garuda indonesia,sementara aku yang berkeinginan untuk menjadi penulis.Mengingat kenangan memanglah indah,kenangan itu mampu membuat orang lain tersenyum walaupun masa itu memang tak akan pernah kembali.
Untukmu yang melanjutkan pedidikan di tempat yang berbeda.
Memang tak bisa dipungkiri,dulu saat pertama kali kita bertemu aku sangat membencimu.Aku benci ketika kamu selalu menjailiku setiap di sekolah.Hei! Kamu membuatku stres.Sampai duduk di bangku kelas 3 semester 1 pun,kita masih saja sekelas.Astaga Tuhan,siksaan apalagi ini? Tapi entah mengapa,ada saat dimana kita tidak lagi seperti musuh,ada titik dimana kita menjadi dekat,dan aku tidak pernah tahu mengapa rasa benci itu berubah secara tiba-tiba.Entah mengapa rasa benci itu berevolusi menjadi rasa kagum dalam usia remaja.
Saat aku membaca puisi di depan kelas,aku tahu kamu sering menatapku diam-diam.Saat aku menangis di kelas karena handponeku diambil guru kamu yang mencoba untuk menghibur dan membuat aku tersenyum,saat berada di perpustakaan kamu menarik tanganku dan saat kita berada di ruangan atas kamu berbicara perihal cinta.Hei! Saat itu kita masih duduk di bangku SMP!Kenapa kamu ajarkan perasaan aneh itu padaku?Mungkin dulu aku yang begitu lugu sehingga tidak bisa mengartikan semuanya dengan jelas.
Untukmu,yang mungkin tidak akan pernah membaca tulisan ini.
Sedang apa kamu saat ini?Apakah kamu masih ingat sososkku dan bentuk wajahku?Apakah kamu masih ingat banyak hal yang terjadi saat kita berada di SMP?Ah..Aku yakin mungkin saja kamu lupa..Aku masih ingat perpisahan kita kala itu,saat pengumuman kelulusan,kamu mengucapkan selamat karena aku diterima di SMA yang sudah aku idam-idamkan dari dulu.”Baik-baik ya Eva”
“Iya,kamu juga ya”Jawabku singkat,dengan lengkungan senyum getir di bibir.
Tanpa pengungkapan kita berpisah,karena sekarang kita memang sudah berbeda arah.
Dari seorang perempuan yang tak pernah lupa tanggal ulang tahunmu,dan terkadang masih saja sering merindukanmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
Beranda
Masa yang Sudah Habis
Dia bukan tidak bisa menghubungimu, tapi tidak ingin saja. Sebab orang yang tidak mau kehilanganmu, tidak akan mendiamkanmu selama ini. Dia ...
Postingan Populer
-
Jika dalam suatu hubungan lebih banyak kesakitan dan kesedihan dibandingkan dengan kebahagiaan yang kamu rasa,maka tak salah kalau kamu le...
-
Hai,apa kabar? Masih marahkah kamu karena masalah yang kemarin? Aku ingin menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi antara k...
-
Terkadang aku bertanya-tanya kenapa kamu masih ada disini. Apa yang aku miliki sampai kamu rela bertahan hingga sekarang?K arena sungg...
-
Orang yang dulu perhatian,sangat perhatian malah,namun sekarang berubah derastis,seperti terlihat cuek dan mulai bosan.Kalian pasti bisa me...
-
Saat awal masuk kelas 3, tepatnya pada bulan Juni, saya dan teman-teman diberi tugas oleh Ibu Susan untuk membawa satu jenis tamanan ke seko...