Total Tayangan Halaman

Selasa, 18 Oktober 2016

Rindu mereka

Add caption




Akan ada saatnya kita merindukan teman-teman yang dulu begitu dekat.Kini semakin jauh oleh kesibukan masing-masing. Ingin sekali menghabiskan waktu seharian bersama. Berbincang hal-hal konyol, membagi kesenangan. Namun sadar, semua terasa begitu mahal.๐Ÿ˜ข Akhirnya, kita hanya tersenyum mengingat segala hal yang pernah terjadi ๐Ÿ˜‚.Hal-hal yang dulu begitu kita senangi.:)
   
r




Jumat, 07 Oktober 2016

Untuk kalian yang merasa ditinggalkan

Saat seseorang memilih pergi dan meninggalkan kamu,maka apa yang akan kamu lakukan?Sedihkah?Menangis?Atau apakah kamu akan membencinya?Memang benar,ditinggalkan oleh seseorang yang benar-benar kita cinta itu meyakitkan.Apalagi saat kamu benar-benar merasakan jatuh cinta.Awalnya kamu tidak berniat sama sekali untuk menjalin hubungan dengannya,karena kamu takut dia akan melukai kamu.Namun dia yang selalu meyakinkan kamu untuk menjalin hubungan ini..

Bulan pertama,kedua dan ketiga baik-baik saja,dunia terasa milik kalian berdua.Namun,disaat bulan keempat dan seterusnya banyak sekali masalah yang menghampiri.Kurangnya komunikasi dan sikap yang terlalu mementingkan diri sendiri membuat hubungan itu semakin jauh saja..
Seharusnya hubungan itu dijalani oleh 2 orang,namun apa jadinya jika hanya 1 orang saja yang berjuang?Untuk apa adanya status?Apakah kamu akan bahagia?Tidak..sama sekali tidak.Saat seperti itulah muncul di pikiran kamu untuk mengakhiri hubungan tersebut,meskipun sebenarnya mengakhiri suatu hubungan bukanlah jalan yang paling terbaik.Tapi di saat kamu yang minta untuk mengakhiri hubungan ini,dia malah menolak dan kembali meyakinkan kamu.Dia berubah,namun hanya saat-saat seperti itu saja.Untuk kedepannya dia kembali seperti semula,kembali menjadi orang yang cuek bahkan seakan tidak peduli,bahkan tak jarang pesan yang kamu kirimpun sering ia abaikan.. Di saat seperti itu,kamu hanya bisa bersabar dan mencoba untuk bertahan sekuat tenaga,menghilangkan semua perasaan curiga yang sering meracuni pikiran kamu.

Dan tiba tiba saja,tak ada angin tak ada hujan.Dia meminta kamu untuk mengakhiri hubungan ini,dengan alasan kamu yang tidak cukup dewasa untuknya..Haha..Lucu bukan?Kamu yang berusaha bertahan,namun harus dihempaskan begitu saja.Kamu ingin memperbaiki hubungan kalian,namun dia tetap saja dengan pendiriannya,dia bersikeras untuk mengakhiri hubungan kalian.Dan dengan terpaksa kamupun menerima semua keputusannya,karena kamu tahu percuma saja memperjuangkan seseorang yang tak pernah menginginkanmu ada dalam kehidupannnya.

Setelah putus beberapa hari,tiba-tiba saja dia mengrimkan pesan bahwa kamu dan dia masih bisa berteman,dan dia yakin banyak seseorang yang mencintai kita dengan tulus,berarti selama in dia tidak pernah mencintaimu dengan tulus. Lebih dari itu akhir akhir ini dia mendekati teman lamamu,danuntuk kesekian kalinya kamu harus menahan rasa sakit itu sendiri.Selama beberapa minggu,bahkan berbulan-bulan kamu mencoba untuk melupakannya,kamu berusaha untuk tidak pernah memikirkannnya lagi,kamu berusaha untuk memaafkannya agar tak ada yang benci yang tertanam dalam hati kamu.Dan berkat waktu akhirnya kamu mampu untuk menghapuskan sedikit kenanagan itu,menghilangkan  sedikit kenangan tentangnya.Karena melupakan tak selamanya benar-benar melupakan bukan?Biarkan saja kenangan itu tetap ada,namun jangan sampai kenangan itu merusak kebahagiaanmu di masa depan.


Ingatlah tak usah menangisi dia yang sudah pergi meninggalkanmu,biarkan saja dia pergi.Ikhlaskan saja dia bersama orang lain.Dan percayalah Tuhan benar-benar memberi apa yang kamu butuhkan,bukan apa yang kamu inginkan.Kebahagiaan itu pasti akan segera menjemputmu,teruslay berdoa dan yakinlah..Dan ucapkanlah terimakasih kepadanya,karena untuk sekarang dan kedepannya kamu akan terbebas dari orang seperti dia..

Jumat, 23 September 2016

Untuk ayah dan ibuku {{}}

Ayah,Ibu .. banyak hal yang menggelisahkan terjadi akhir-akhir ini. Ketakutan dan rasa cemas yang tak wajar sering menemani perjalanan ku menuju kedewasaan. Bertemu dengan orang yang tidak semuanya baik. Beberapa hanya bersikap palsu. Kadang lelah menghadapi mereka. Tapi, hidup harus dijalani bukan?. Aku tetap bertahan meski sesekali mengeluh juga pada diriku sendiri.Ayah,Ibu .. jalan ini masih teramat panjang. Masih banyak hal yang kuperjuangkan. Banyak impian yangingin kugapai. Tetaplah kuatkan aku dengan semangat dan hal-hal yang menenangkan dari kalian.. Kelak, semoga apa yang aku inginkan dapat tercapai, dan hal itu yang bisamembahagiakan kalian berdua {{}}

Minggu, 04 September 2016

Meski kamu pernah menyakiti,tetap saja kenanganmu masih saja terus menyapa

Semestinya rindu itu sudah tidak hadir lagi.Semestinya rasa itu sudah lama mati, tepat setelah kamu melangkah pergi.Bicara hati, siapa yang bisa mengatur apa yang ia sukai, bukankah dia selalu berjalan semaunya sendiri?Menghabiskan waktu bergelung seperti ini, melewati senja hari, bahkan terkadang sampai pagi, seperti manusia yang kehilangan diri sendiri. Kamu, adalah alasan di balik setiap waktu yang kurasakan menjadi sangat sepi. Sebenarnya aku pernah melewati yang lebih buruk dari ini,terbangun jam 2 pagi, merasa dunia ini kosong sekali, memeluk diri sendiri dan menyeka air mata di pipi. Ditinggalkan oleh dia yang berjanji tidak akan pernah pergi, mencintai dia yang mematahkan hati berkali-kali, atau terus setia untuk dia yang terlalu sering menyakiti. Siapa peduli, nyatanya tetap saja aku merindukan dia yang dulu memberi rasa hangat di hati, dia yang hingga hari ini namanya masih menghadirkan debar namun berujung nyeri. Dia, adalah kamu, yang masih memenangkan rindu ini.Aku tidak pernah membayangkan ini sebelumnya, jika akhirnya kamu akan melupakan semua yang pernah kita punya. Aku masih menyimpan semua rencana yang bulan ini akan kita eksekusi realisasinya. Aku masih mengira di ulang tahunmu dan ulang tahunku kali ini kita akan meniup lilin berdua. Aku masih menyimpan kejutan-kejutan yang akan kubagi untuk merayakannya. Tidak pernah terlintas sama sekali dalam pikiranku bahwa kamu akan melewati pergantian tahun ini bersama dia. Aku benar-benar mengira kita masih bisa bersama dan bersuka cita.Lalu sekali lagi, rindu ini hanya milikku saja. Waktu jelas menjadi sangat berbeda, dulu aku bisa menyampaikan rasa ingin bertemu dengan mudahnya, atau menumpahkan semua rasa cinta dan keinginan untuk merajuk manja. Tapi kini, jangankan untuk mengungkapkan gemuruh yang menyeruak di dada, sekedar menyapamupun aku sudah tidak tahu bagaimana caranya. Bukan hanya sekali, aku rela menukar semua yang ku punya asal kita bisa kembali bersama. Namun ternyata keinginan itu hanya membuat luka semakin lebar menganga. Bukankah kini hanya aku saja yang masih cinta?Berkali-kali kuyakinkan diri sendiri bahwa aku sudah baik-baik saja, hidup masih bisa berlanjut meski kini tidak ada lagi kita. Aku bahkan mengatakan turut berbahagia untuk kamu dan dia. Tapi ternyata setelahnya masih ada banyak malam yang ku lalui dengan air mata, menahan nyeri di dada, sambil berharap siapa tahu sakit ini akan membaik keesokan harinya. Rupanya kamu meninggalkan jejak yang terlalu lekat di dalam sana.Memiliki rindu seperti ini sebenarnya membuatku merasa payah sekali, belum lagi lebam di hati yang perihnya sering menjadi-jadi. Entah mengapa kenangan tentangmu masih tersimpan rapi meski berkali-kali kuusir pergi. Aku sudah berusaha membuka diri untuk dia yang lain lagi, berharap ruang yang dulu kau tempati akan segera terisi. Tapi tidak, nyatanya aku masih menutup rapat bilik itu untukmu sendiri, ku sisakan tempat jika satu hari nanti kamu ingat untuk kembali. Aku masih di sini, yang entah bagaimanapun kamu menyakiti tetap masih berharap kamu pulang, sekali lagi akupun tidak paham cinta macam apa yang kupunya. Setelah pedih yang tak terkira tetap saja kamu masih menjadi satu-satunya. Sudah banyak cara kulakukan untuk membiasa tanpa kamu, tanpa ada lagi kita, tapi rindu ini masih saja rajin menyapa. Lalu, aku harus menyalahkan siapa? Aku bahkan berharap kali ini Tuhan sedang bercanda, kita hanya sedang dipisahkan sementara, atau cintamu sedang dijeda, agar suatu hari nanti kamu kembali tanpa ingin pergi lagi kemana-mana.Aku masih ingin berkata,jika sudah habis bahagiamu dengannya, kembalilah, lalu kita perbaiki semuanya.Sungguh, aku berharap bisa menyudahi semua ini. Berapa banyak waktu lagi yang harus aku lewati untuk tidak lagi merindukan kamu yang sudah pergi?Entahlah mungkinlah hanya waktu yang akan menjawab semu pertanyaan yang berkecamuk di dalan hati. Aku selalu berharap semoga semuanya akan segera membaik.

Sabtu, 13 Agustus 2016

Menulis adalah satu satunya cara agar aku dapat mengendalikan sebuah situasi

Menulis adalah tempat perlindunganku.Aku tidak bersembunyi di balik kata-katanya,aku menggunakan kata-kata itu untuk menggali dalam hatiku untuk menemukan kebenaran. Selain itu, menulis tampaknya merupakan satu-satunya cara agar aku bisa benar-benar mengendalikan sebuah situasi atau setidaknya mencoba memahaminya. Kurasa aku bisa mengatakan, sejujurnya, bahwa menulis juga menawariku semacam kesabaran yang tidak kumiliki dalam sehari-hariku. Menulis membuatku berhenti menulis, membuatku mencatat. Menulis memberiku semacam perlindungan yang tidak bisa kuperolah dalam kehidupanku yang tergesa-gesa dan penuh dengan kegiatan.Menulis telah mengajariku untuk tidak bersikap menghakimi.Aku hanya ingin memberikan perhatian kepada setiap detail kehidupan sehari-hari. Aku ingin menjadi orang yang lebih baik. Aku ingin lebih sering merasa baik. Aku ingin tahu kapan aku tidak baik, mengapa tidak baik. Menulis memberiku hal ini. Kata-kata telah memberiku rasa memiliki dan rasa aman. Menulis adalah satu-satunya tempat aku bisa menjadi diriku sendiri dan tidak merasa dihakimi. Dan aku senang berada di sana.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Maafkan aku ayah

Ayah, di usiamu yang semakin berkurang, aku selalu ingin engkau bahagia. Sehat dan kuat menjalani hidup. Tetap menjadi seseorang yang kujadikan sumber segala semangat.Ayah, semoga hari-hari baik selalu menyertaimu. Maaf, untuk kenakalan dan hal-hal yang membuatmu sedih.Kau tahu, sebaik apa pun sikapku. Kau adalah orang yang begitu kucintai. Aku hanya tidak mampu mengatakan langsung kepadamu. Perihal di hati, tak usah ditanya. Sungguh dalam aku cinta.--boycandra

Senin, 01 Agustus 2016

Ibu maafkan aku

Kalau ibuku sedang tidur, aku selalu menatap dan memperhatikan apakah dadanya masih naik-turun bernapas atau tidak. Aku mengamati dan membaca pijar ketulusan dalam wajah seorang ibu.Betul kata orang, ibu itu pembohong! Dia sering bilang tidak capek dalam pengabdiannya, nyatanya saat dia terlelap, wajahnya menyiratkan kepenatan yang amat sangat. Semoga saja aku sempat mengurus dan membahagiakannya. Atau setidaknya melengkungkan senyumnya walau sekejap.Tunggu sampai anakmu ini dapat membuatmu bangga.๐Ÿ˜Š Ibu maafkan aku yang belum bisa memberikanmu apa-apa,๐Ÿ˜ขsemoga saja Allah memberikanmu umur yang panjang,Terimakasih bu untuk segalanya:)Terimakasih selalu ada di saat anakmu membutuhkanmu, aku meyanyangimu bu๐Ÿ˜š :*

Beranda

Masa yang Sudah Habis

Dia bukan tidak bisa menghubungimu, tapi tidak ingin saja. Sebab orang yang tidak mau kehilanganmu, tidak akan mendiamkanmu selama ini. Dia ...

Postingan Populer